Buntut Kasus Hasil Swab di RS Ummi, Rizieq Syihab divonis Empat Tahun Penjara

oleh -27 views

 

Buntut Kasus Swab di RS Ummi, Rizieq Syihab divonis Empat Tahun Penjara/Pixabay/diegottaroney.
Buntut Kasus Swab di RS Ummi, Rizieq Syihab divonis Empat Tahun Penjara/Pixabay/diegottaroney.

Fokus Muria – Sempat di jatuhi hukuman enam tahun penjara, Rizieq Syihab kini di panggil lagi dalam kasusnya tentang penyebaran berita hoaks terkait hasil tes swab di rumah sakit Ummi Bogor.

Akibat Berita bohong yang menyebar tersebut, menjadikan didatanginya rumas sakit sehingga menjadikan kerumunan oleh para pendukungnya atau jama’ahnya.

Akibat dari kejadian tersebut Rizieq Shihab mendapatkan tuntutan dari Jaksa dengan hukuman 6 tahun penjara.

Dan kabar terbaru pada Kamis 24 Juni 2021 diketahui hakim pengadilan negeri Jakarta Timur memanggil dia dan memutuskan untuk menjatuhi hukuman 4 tahun penjara.

Dilansir dari Pikiran Rakyat, pada Kamis 24 Juni 2021, Majlis Hakim memutuskan bahwa:

“Mengadili menyatakan terdakwa Mohammad Rizieq Shihab telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana turut serta dengan menyiarkan pemberitaan bohong dengan sengaja. Menjatuhkan pidana dengan pidana penjara selama 4 tahun,” ujar Hakim Ketua Khadwanto.

Kasus yang dialami Rizieq Syihab menyangkut pasal yang sudah ditetapkan Undang-Undang.

Rizieq dianggap terbukti melanggar dakwaan primer, yakni Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pertaturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1.

Selain hal tersebut pertimbangan yang memberatkan tentang kasus tersebut adalah

Perbuatan Rizieq menjadikan resah bagi masyarakat atas berita yang pernah disampaikannya.

Selain yang memberatkan juga ada pertimbangan tentang kasus terkait, seperti yang disampaikan hakim, bahwa:

“Hal yang meringankan adalah terdakwa punya keluarga dan sebagai guru agama ilmunya masih dibutuhkan masyarakat,” Ujar hakim.

Menurut Jaksa, dia bersalah karena telah melanggar dakwaan primer, yakni Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Pertaturan Hukum Pidana juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.